
Tiba di sebuah obrolan tentang orang yang jauh di sana kepada seorang teman. Mengutarakan tentang kebingungan yang sering aku rasakan ketika berdialog dengan hujan, bermonolog di tengah malam.
Apa yang disebut Cinta?
Jika Cinta adalah mereka dengan pasangannya, maka bukan aku.
Jika Cinta adalah hubungan dengan orang tua, itu bisa jadi aku.
Jika Cinta adalah hubungan dengan Tuhan, apakah itu aku?
Tapi yang sebenarnya, apa bentuknya? Bagaimana menjelaskan yang Cinta rasakan, mendefinisikan Cinta itu sendiri?
JIka begitu rancu dan tidak berdefinisi, maka atas dasar apa orang mengatakan “Aku cinta dirinya.” atau “Aku cinta kamu.” Kenapa kalimat tersebut bisa begitu melumpuhkan? Bisa begitu kuat bahkan tanpa alat serangan?
Berkali dan bermalam mencari definisinya, tidak juga ditemukan. Sampai takut diri ini mau bilang Cinta, memang apa artinya?
Yang aku rasakan hanyalah ingin ada disitu. Aku peduli dan ingin bisa jadi tempat diandalkan, tempat dimana kamu butuh sandaran.
Apa alasannya? Ya tidak tau. Alasannya karena itu kamu? Haha cliche? cringe?
Tapi, memang ada alasan lain? Sama seperti cinta, hadirnya perasaan – perasaan ini seperti tidak ada definisinya, hadirnya tiba – tiba juga. Memang bisa aku kendalikan seluruhnya?
Aku hanya perlu menjalani hal yang tidak berdefinisi ini, perlu mengikhlaskan hal – hal yang akan terjadi. Karena pilihannya adalah pergi atau menetap, lalu prioritas kehidupanku bukan hanya untuk satu planet di sebuah galaksi, aku akan menetap. Bagaimana caranya beralasan tentang rasa ini?
Saat ditanya, “Pilihan pergi lebih baik untuk melupakan, kenapa tidak pergi saja?” Aku tidak punya jawaban konkret yang bisa memuaskan bahkan diriku sendiri,
“Bukan dia alasanku hadir disini, pun dia tidak bisa menjadi alasan aku pergi atau menetap. Yang ku tahu dia hanya datang ditengah hati yang remuk, redup setelah badai panjang, lalu memberikan setidaknya 1/10 energi baik walaupun hanya dalam bentuk bayangan.
Bahagia nya pun tidak terdefinisi, kenapa bisa bahagia? Ya aku gak bisa jelaskan.
Sebenarnya banyak didunia ini yang tidak memiliki definisi, bukan cuma dalam kasus ini, apa mungkin sebenarnya ada? Hanya tidak bisa dijelaskan dengan kata? Yasudah, tidak apa – apa. Hehe.